Konektor Pengisian Daya CCS vs NACS Tesla
CCS dan NACS milik Tesla adalah standar konektor DC utama untuk pengisian cepat kendaraan listrik (EV) di Amerika Utara. Konektor CCS dapat memberikan arus dan tegangan yang lebih tinggi, sementara NACS milik Tesla memiliki jaringan pengisian yang lebih andal dan desain yang lebih baik. Keduanya dapat mengisi daya EV hingga 80% dalam waktu kurang dari 30 menit. NACS milik Tesla banyak digunakan dan akan didukung oleh produsen mobil besar. Pasar akan menentukan standar yang dominan, tetapi NACS milik Tesla saat ini lebih populer.
Kendaraan listrik pengisian cepat di Amerika Utara terutama menggunakan dua standar colokan DC: CCS dan NACS milik Tesla. Standar CCS menambahkan pin pengisian cepat ke konektor AC SAE J1772, sedangkan NACS milik Tesla adalah colokan dua pin yang mendukung pengisian cepat AC dan DC. Meskipun NACS milik Tesla dirancang lebih baik dengan colokan yang lebih kecil dan ringan serta jaringan pengisian daya yang andal, konektor CCS dapat memberikan arus dan tegangan yang lebih tinggi. Pada akhirnya, standar yang dominan akan ditentukan oleh pasar.
Sebagian besar kendaraan listrik di Amerika Utara diisi daya cepat menggunakan Combined Charging System (CCS) atau North America Charging Standard (NACS) milik Tesla. CCS digunakan oleh semua kendaraan listrik non-Tesla dan memberikan akses ke jaringan stasiun Supercharger milik Tesla. Perbedaan antara CCS dan NACS serta dampaknya pada pengisian daya kendaraan listrik akan dibahas di bawah ini.
Versi CCS Amerika Utara menambahkan pin pengisian cepat ke konektor AC SAE J1772. Konektor ini dapat memberikan daya hingga 350 kW, mengisi daya sebagian besar baterai EV hingga 80% dalam waktu kurang dari 20 menit. Konektor CCS di Amerika Utara dirancang berdasarkan konektor Tipe 1, sedangkan colokan CCS Eropa memiliki konektor Tipe 2 yang dikenal sebagai Mennekes. Kendaraan listrik non-Tesla di Amerika Utara, kecuali Nissan Leaf, menggunakan konektor CCS bawaan untuk pengisian cepat.
NACS Tesla adalah colokan dua pin yang mendukung pengisian cepat AC dan DC. Ini bukan versi yang diperluas dari konektor J1772 seperti CCS. Output daya maksimum NACS di Amerika Utara adalah 250 kW, yang menambah jarak tempuh 200 mil dalam 15 menit di stasiun Supercharger V3. Saat ini, hanya kendaraan Tesla yang dilengkapi dengan port NACS, tetapi produsen mobil populer lainnya akan mulai menjual EV yang dilengkapi NACS pada tahun 2025.
Saat membandingkan NACS dan CCS, beberapa kriteria evaluasi perlu dipertimbangkan. Dari segi desain, colokan NACS lebih kecil, lebih ringan, dan lebih ringkas daripada colokan CCS. Konektor NACS juga memiliki tombol pada pegangannya untuk membuka kait port pengisian daya. Memasang konektor CCS bisa lebih sulit, terutama saat musim dingin, karena kabelnya yang panjang, tebal, dan berat.
Dari segi kemudahan penggunaan, kabel CCS lebih panjang untuk mengakomodasi berbagai lokasi port pengisian daya pada berbagai merek EV. Sebaliknya, kendaraan Tesla, kecuali Roadster, memiliki port NACS di lampu belakang kiri, sehingga memungkinkan kabel yang lebih pendek dan tipis. Jaringan Supercharger Tesla secara luas dianggap lebih andal dan luas daripada jaringan pengisian daya EV lainnya, sehingga lebih mudah untuk menemukan konektor NACS.
Meskipun standar konektor CCS secara teknis dapat memberikan daya lebih besar ke baterai, kecepatan pengisian daya sebenarnya bergantung pada daya input pengisian maksimum kendaraan listrik. Konektor NACS Tesla terbatas pada maksimum 500 volt, sedangkan konektor CCS dapat memberikan hingga 1.000 volt. Perbedaan teknis antara konektor NACS dan CCS diuraikan dalam sebuah tabel.
Baik konektor NACS maupun CCS dapat mengisi daya EV dengan cepat dari 0% hingga 80% dalam waktu kurang dari 30 menit. Namun, NACS memiliki desain yang sedikit lebih baik dan menawarkan akses ke jaringan pengisian daya yang lebih andal. Konektor CCS dapat memberikan arus dan tegangan yang lebih tinggi, tetapi ini dapat berubah dengan diperkenalkannya Supercharger V4. Selain itu, jika teknologi pengisian daya dua arah diinginkan, opsi dengan konektor CCS diperlukan, kecuali untuk Nissan Leaf, yang menggunakan konektor CHAdeMO. Tesla berencana untuk menambahkan kemampuan pengisian daya dua arah ke kendaraannya pada tahun 2025.
Pada akhirnya, pasar akan menentukan konektor pengisian daya EV yang lebih baik seiring meningkatnya adopsi EV. NACS milik Tesla diperkirakan akan muncul sebagai standar dominan, didukung oleh produsen mobil besar dan popularitasnya di AS, di mana Supercharger adalah jenis pengisi daya cepat yang paling umum.
Waktu posting: 22 November 2023
Pengisi Daya EV Portabel
Kotak Dinding EV Rumah
Stasiun Pengisi Daya DC
Stasiun Pengisian Daya BESS
V2G V2H V2V V2L
Modul Pengisian Daya EV
Konektor Pengisian DC
Aksesori EV

